PEMURIDAN: DASAR ALKITAB Oleh : Pdm. Nuyu Waruwu, S.Th., M.Pd.
Murid “mathetes” adalah seorang pembelajar atau pengikut yang berkomitmen kepada seseorang yang berotoritas. Kata murid setidaknya terdapat 230 kali di seluruh Injil dan 28 kali dalam Kisah Para Rasul. Dalam Perjanjian Baru istilah murid digunakan untuk menunjuk para pengikut Yesus, dan sebutan umum bagi orang percaya pada gereja mula-mula yang mengistilahkan murid sebagai orang-orang percaya, orang-orang Kristiani, para saudara-saudari, kawan seperjalanan atau orang yang suci.
Istilah pemuridan berasal dari kata kerja matheteussate yang artinya membuat atau menjadikan murid (Matius 28:19). Oleh karena itu setiap orang Kristen harus memuridkan banyak jiwa bagi Kristus. Panggilan percaya kepada Tuhan Yesus adalah melaksanakan perintah pemuridan. Memudahkan orang demi Tuhan Yesus dapat dilakukan dengan tiga tahap yaitu:1)Menjadikan orang lain menjadi murid Tuhan Yesus melalui penginjilan2)Membina karakter, rohani dan memperluas kapasitas pemahaman Alkitab3)Mengutus murid untuk memuridkan orang lain
Jadi, dapat kita ketahui bahwa pemuridan bukanlah tugas orang-orang tertentu, sekelompok orang atau lembaga melainkan tugas dari setiap orang yang mengatakan dirinya sebagai pengikut Kristus. Lalu bagaimana jika tidak ada pemuridan? Apakah kekristenan tanpa pemuridan dapat menghasilkan murid? Tidak! Inti dari pemuridan adalah menjadikan orang lain menjadi murid Kristus melalui pemberitaan injil. Apabila injil tidak disampaikan maka sangat mustahil menjaring murid bagi Kristus. a) Pengikut atau Penggemar Dalam Perjanjian Baru kita membaca begitu banyak orang yang mengikut Yesus. Namun, sangat melirik mereka berbondong-bondong mengikuti Tuhan Yesus karena melihat mujizat-mujizat penyembuhan (bnd. Yoh. 6:2). Banyak orang juga menyebut Yesus sebagai nabi yang datang ke dunia (bnd. Yoh. 6:14) namun ironisnya pengakuan itu hanya sebatas kekaguman dari karya Kristus. Banyak orang yang mengikut Tuhan Yesus hanya terlena dengan mujizat sambil pengajaran keras yang menuntun mereka pada kehidupan kekal tidak dapat diterima dengan hati terbuka (bnd. Yoh. 6:60). Yesus menyampaikan bahwa tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa jika tidak melalui Dia tetapi orang-orang tersebut menolak. Kepercayaan mereka kepada Kristus bukan untuk memeproleh kehidupan kekal melainkan menikmati mukjizat. Alangkah ironinya perkataan Tuhan Yesus dipandang sebagai pengajaran yang sukar sehingga terjadi penolakkan. Akhirnya orang yang berbondong-bondong mengikut Tuhan Yesus, yang telah melihat dan merasakan keajaiban itu mundur satu per satu (Yoh. 6:66). Orang Kristen penggemar adalah sekolompok orang yang mengidolakan Yesus hanya sebatas mengagumi mujizat dan keajaiban. Sebaliknya, orang Kristen yang disebut sebagai pengikut adalah orang-orang yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai panutan dan teladan kehidupan sejati, menerima segala ajaran, baik yang lembut maupun keras, dan tidak menaruh iman pada hal-hal atau tanda-tanda yang diadakan Tuhan Yesus. b) Keputusan berikutnya (beriman) Keputusan mengikuti Tuhan Yesus berarti memberi kepada-Nya (bnd. Luk. 9:23-25). Menjadi murid berarti belajar dari dan mengikuti seorang guru. Dari ajaran, moral dan cara hidup. Dengan mengatakan “saya pengikut Kristus” maka saudara menyediakan dan memberikan tempat dalam hati untuk Tuhan Yesus tempati, mempersilakan Kristus mengendalikan dan mencampuri segala urusan hidupmu. c) Ciri dan kecakapan seorang murid Ciri-ciri seorang murid Kristus yaitu hidup di dalam Kristus melalui firman dan doa (Yoh. 15:7), menghasilkan buah (murid), menanggapi kasih Allah dengan ketaatan, memiliki kegembiraan, mencintai seperti Kristus mencintai. Selain itu seorang murid Kristus harus memiliki kecakapan-kecakapan seorang murid yaitu tunduk kepada guru yang mengajarkan bagaimana mengikut Yesus, mendengarkan dan mempelajari cara Yesus melayani, meneladani kehidupan dan karakter Yesus dan mencari serta mengajar murid lain bagi Yesus. d) Pemuridan sebagai sentral dan inti karya Allah Tuhan Yesus menyampaikan fokus dari menjadi murid Kristus yaitu melakukan amanat agung. Menjadikan semua orang murid Kristus (bnd. Mat. 28:19-20). Perintah Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya adalah misi yang menjadi isi hati dan prioritas-Nya, sekaligus penggenapan dari seluruh rencana Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa. Tuhan Yesus datang ke dunia mencari dan menyelamatkan yang terhilang (Luk. 19:10) melayani bahkan dengan nyawa sebagai taruhan-Nya (Mrk. 10:54). . e) Memudahkan orang lain Panggilan memuridkan merupakan cara menambah pengikut Kristus dan tanda pertumbuhan gereja. Menjadi Kristen berarti bersedia memuridkan orang lain dengan pengajaran yang murni. Ajaran Kristen bukan sekumpulan kalimat motivasi, kebaikan moral, tata krama menjalani hidup melainkan memuridkan orang lain untuk misi penyelamatan. Menjadi murid dan sekaligus menjadi orang lain murid. Sikap demikian merupakan pengikutan pengikut sejati terhadap kunjungan Allah. f) Berkomitmen Mengikut Yesus Keputusan pribadi beriman kepada Kristus ditindaklanjuti dengan keterlibatan dalam amanat agung. Melaksanakan amanat agung butuh pembaharuan, yaitu keubahan cara berpikir yang serupa dengan pikiran Kristus yang memikirkan perkara di atas bukan di bumi yang bersifat sementara (bnd. Kolose 3:2). Seseorang yang diubahkan mampu mengubah orang lain, demikian juga orang yang sudah dimuridkan selayaknya memuridkan orang lain.
Referensi: Bill Hull. 2011. Panduan Lengkap Pemuridan: Menjadi dan Menjadikan Murid Kristus. Yogyakarta: Yayasan Gloria.
0 Komentar