CV. NUART BALUSE adalah Penerbit Buku yang berlokasi di Jalan Pratama No. 23, Benoa, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dengan spesialisasi dalam penerbitan buku fiksi dan non-fiksi.

CBC Bali

CBC Bali
Cana Bible Course (CBC)

HUBUNGAN TAKSONOMI BLOOM DAN EVALUASI PAK


Hubungan Taksonomi Bloom dan Evaluasi PAK

Oleh: Sinuyu Waruwu

TAKSONOMI BLOOM

Secara Etimologi kata taksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani taxis yaitu pengaturan atau divis dan nomos yaitu hukum, dengan demikian taksonomi dapat diartikan sebagai hukum yang mengatur segala sesuatu yang dapat mencakup/hierarki berdasarkan tingkatan umum sampai spesifik. Taksonomi merupakan pengelompokkan atau pengkalsifikasian benda berdasarkan ciri-ciri tertentu. 

Berdasarkan macam-macam taksonomi dapat diketahui sesuai nama penciptanya yaitu Bloom, Merill, Gagne (kognitif), krathwohl, Martin & Briggs, Gagne (afektif) dan Dave, Simpson dan Gagne (psikomotor). Apabila taksonomi dikontekskan dalam dunia pendidikan maka taksonomi digunakan sebagai klasifikasi tujuan instruksional, tujuan pembelajaran atau sasaran belajar yang dapat digolongkan dalam tiga kalsifikasi domain (umum atau ranah). 

 Adapun tiga klasifikasi taksonomi dalam pendidikan (Magdalena, Islami, Rasdi, Diasty, 2020) dan satu poin lagi tambahan pada bagian keempat adalah sebagai berikut:

1. Domain kognitif, dalam ranah ini berhubungan dengan tujuan belajar yang berorientasi pada kemampuan berpikir.

2. Domain afektif, dalam ranah ini berkaitan dengan emosi, perasaan, sistem nilai dan sikap hati.

3. Domain psikomotor, dalam ranah ini berhubungan dengan keterampilan motorik atau penggunaan otot kerangka.

4. Domain spritualitas, dalam ranah ini berkaitan dengan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Taksonomi Bloom sangat penting digunakan dalam dunia pendidikan untuk menilai tingkat kognitif siswa dan mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Taksonomi bloom bermula pada tahun 1950-an, didefinisikan sebagai sebuah struktur yang hirarki untuk mengidentifikasi kemampuan indvidu mulai dari tingkat rendah hingga tinggi (Binus University, 2009). Ada beberapa tingkatan yang dikembangkan Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom (Revisi tahun 1950-an) yaitu:

1. Tingkat pertama mengingat yaitu pembelajar diharapkan mengingat konsep atau pengetahuan yang telah diberikan

2. Tingkat kedua memahami yaitu pembelajar dapat menjelaskan konsep yang diingatnya, menyimpulkan, meringkas, membandingkan dan mencontohkan.

3. Tingkat ketiga menerapkan yaitu pembelajar dapat menerapkan konsep yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

4. Tingkat keempat menganalisis yaitu pembelajar mengembangkan pembelajaran yang telah diterima dengan menyusun dan menentukan setiap bagian yang terdapat pada materi pelajaran.

5. Tingkat kelima bercahaya yaitu pembelajar dapat memberi penilaian, saran dan kritik terhadap pelajaran yang diterima dengan kriteria dan standar yang ada. Pada tahap ini pembelajar masuk pada tahap kritis untuk membedah setiap konsep yang dipelajari.

6. Tingkat keenam membuat yaitu pembelajar mampu mengatur ulang informasi yang diperolehnya kemudian menggabungkannya dengan informasi yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan, merencanakan serta menciptakan sesuatu yang baru.

 

TAKSONOMI BLOOM

REVISI TAKSONOMI BLOOM

KETERANGAN

Pengetahuan

mengingat

 

Keterampilan berpikir tingkat rendah

Pemahaman

...

Penerapan

Mengaplikasikan

Analisis

Menganalisis

Sintesis

Meng

Keterampilan berpikir tingkat tinggi

Evaluasi

Mengkreasi

Tabel perbandingan taksonomi mekar dan revisinya

(Sumber: Pusdiklat.perpusnas.go.id)

 

MANFAAT TAKSONOMI BLOOM DALAM EVALUASI PAK

Taksonomi bloom dalam evaluasi PAK digunakan untuk mengukur tingkat kognitif siswa dalam satu kelas atau satu sekolah. Berikut manfaat penggunaan taksonomi blossom dalam evaluasi PAK.

1. Menilai tingkat kognitif siswa dalam satu kelas atau satu sekolah mengenai pelajaran Agama Kristen dengan memberikan sejumlah soal atau tes untuk dijawab. Tes ini dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan.

2. Pelajaran dan tes yang diberikan guru kepada siswa harus sama.

3. Jawaban dari siswa dinilai kemudian nilai itu mencakup nilai yang rendah sampai nilai yang tinggi. Bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif siswa

 

Bagaimana cara menerapkan taksonomi mekar dalam evaluasi PAK

1. Taksonomi mekar efektif digunakan saat guru menilai hasil belajar siswa pada saat mengerjakan ujian atau tes dari pembelajaran yang sudah diberikan

2. Mengetahui pencapaian pembelajaran pada akhir pelajaran, baik itu pelajaran sebuah topik atau pembahasan beberapa bab telah selesai dipelajari. Hasil dari pencapaian dibandingkan dengan tujuan dari pembelajaran (standar kompetensi).

3. Mengenali subjek yang terlibat dalam proses pembelajaran dalam hal ini adalah siswa. Siswa menjadi subjek utama yang mengikuti berlangsungnya proses pembelajaran yang diberikan oleh guru.

4. Mengetahui cakupan atau pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam lingkup kecil subjek pembelajaran adalah kepala sekolah, guru, siswa dan kurikulum. Sedangkan dalam cakupan besar yaitu sekolah, komite, orangtua, pengawas, guru penggerak dan menteri pendidikan.

 

REFERENSI

Magdalena, Ina. Islami, Nur Fajriyati. Rasid, Eva Alanda. Diasti, Nadia Tasya. Tiga Ranah Taksonomi Bloom Dalam Pendidikan. Jurnal Edukasi dan Sains: Volume 2, Nomor 1, Juni 2020; 132-139

Tulasi, Dominikus. Menurut Pemahaman Taksonomi Bloom: Suatu Kontemplasi Filosofis. HUMANIORA: Volume 1, Nomor 2 Oktober 2010; 359-371.

Manajemen Pengetahuan & Inovasi Binus University. Mengaplikasikan Taksonomi Bloom Oada Learning Objective di Elearning. 21 Juni 2019 www.binus.ac.id Diakses 24 November 2022 Pkl. 00.59 WIB.

NF, Dian. Sari, Dwi Budyarti Kurnia (penyunting). Taksonomi Bloom: Model Dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran. 1 November 2021. Pusdiklat@perpusnas.go.id 

 

0 Komentar