CV. NUART BALUSE adalah Penerbit Buku yang berlokasi di Jalan Pratama No. 23, Benoa, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dengan spesialisasi dalam penerbitan buku fiksi dan non-fiksi.

CBC Bali

CBC Bali
Cana Bible Course (CBC)

Buku Pengantar Pemuridan - Cana Bible Course



Pengantar Pemuridan: Diajar untuk Memuridkan

Sinuyu Waruwu

QRCBN: 62-2622-4803-014

Copyright ©2026

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Marissa A. Silitonga

Tata Letak dan Desain Sampul: Dorisca F. W.

Penerbit CV. Nuart Baluse (Only Print)

Jl. Pratama No 23 Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung, Prov. Bali

Tlp. +68223-3538-7585

Email: cvnuartbaluse@gmail.com

www.nuartbaluse.com 

 


KATA PENGANTAR

Puji Tuhan.

Segala hormat dan syukur bagi Allah Tritunggal, atas kasih, penyertaan, hikmat, dan anugerah-Nya sehingga materi pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Pemuridan ini dapat disusun dan diselesaikan dengan baik. Materi ini disusun sebagai salah satu bahan pembelajaran dalam Sekolah Alkitab - Cana Bible Course (CBC), khususnya untuk memperlengkapi Mahasiswa dalam memahami dasar-dasar pemuridan secara Alkitabiah serta mendorong mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan dan pelayanan.

Pemuridan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan tentang firman Tuhan, tetapi merupakan panggilan untuk hidup sebagai murid Kristus dan mengambil bagian dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Dalam proses penyusunan materi ini, penulis menyadari bahwa karya ini tidak dapat terselesaikan tanpa dukungan dan pertolongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan penuh rasa syukur penulis menyampaikan terima kasih kepada Allah Tritunggal yang telah memberikan kemampuan, hikmat, dan tuntunan-Nya dari awal hingga selesainya penyusunan materi ini.

Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada para Dosen Cana Bible Course (CBC) yang telah memberikan dukungan, masukan, pemikiran, serta kontribusi dalam proses pengembangan materi pembelajaran ini. Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa CBC yang telah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, diskusi, dan pengembangan materi ini. Kehadiran dan semangat belajar mahasiswa menjadi dorongan bagi penulis untuk terus menyusun bahan pembelajaran yang dapat digunakan dan dikembangkan dalam pelayanan.

Penulis menyadari bahwa materi ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan. Karena itu, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan materi ini di kemudian hari. Akhirnya, penulis berharap agar materi Pengantar Pemuridan ini tidak hanya menjadi bahan untuk dipelajari di dalam kelas, tetapi juga menjadi bekal bagi setiap mahasiswa untuk semakin mengenal Kristus, bertumbuh sebagai murid-Nya, dan memiliki hati untuk memuridkan orang lain. Kiranya setiap proses perkuliahan dapat dipakai Tuhan untuk memperlengkapi para mahasiswa dalam menjalankan panggilan pelayanan dan melaksanakan Amanat Agung. 

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”
Matius 28:19

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

 Penulis

Sinuyu Waruwu


Murid “mathetes” ialah seorang pembelajar atau pengikut yang berkomitmen kepada seseorang yang berotoritas. Kata murid setidaknya terdapat 230 kali di seluruh Injil dan 28 kali dalam Kisah Para Rasul. Dalam Perjanjian Baru istilah murid digunakan untuk menunjuk para pengikut Yesus, dan sebutan umum bagi orang percaya pada gereja mula-mula yang mengistilahkan murid sebagai orang-orang percaya, orang-orang Kristiani, para saudara-saudari, kawan seperjalanan atau orang yang suci.
Pemuridan juga merupakan proses pendewasaan rohani yang berlangsung secara bertahap dan membutuhkan waktu. Seorang murid tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan yang benar tentang Kristus, tetapi juga mengalami perubahan karakter menjadi semakin serupa dengan Kristus serta memiliki kecakapan dalam melayani. Ciri seorang murid Kristus terlihat melalui kehidupan yang tinggal di dalam Kristus, bertekun dalam firman dan doa, menghasilkan buah, hidup dalam ketaatan, mengasihi seperti Kristus, serta memiliki kerinduan untuk membimbing dan mengajar orang lain. Dengan demikian, seorang yang telah dimuridkan diharapkan tidak berhenti sebagai penerima pembelajaran, tetapi menjadi pribadi yang juga memuridkan. 
Pemuridan sebagai perjalanan mengikuti Kristus sekaligus mengambil bagian dalam misi Allah. Menjadi murid berarti memiliki komitmen untuk terus bertumbuh, mengalami pembaruan pola pikir dan karakter, hidup dalam teladan Kristus, serta melakukan Amanat Agung. Tujuan pemuridan bukan sekadar menghasilkan orang yang mengetahui banyak hal tentang Alkitab, melainkan menghasilkan murid Kristus yang dewasa, taat, mampu melayani, dan siap memuridkan orang lain. Inilah semangat utama Cana Bible Course yang tertuang dalam visi “Diajar untuk Memuridkan” sehingga proses pembelajaran menjadi bekal untuk menjalankan panggilan Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan.

0 Komentar